Cabaran
Hidup penuh persoalan. Mel anggap sebagai cabaran. Memang susah untuk menilai hati seseorang , mengetahui apa yang bermain dalam sanubari , adakah nalurinya bersamaku , atau masih berada di awangan lalu. Lelah ku berdiri menginginkan hendak hakiki. Namun perjalanan yang didaki bukan semudah yang kau tangisi. Lelah ku menunggu walau badai menghempap bumi , namun tangisanku mudah terjah tanpa dihalusi. Mungkin waktu berlalu dahulu mel tak mengerti apa yang melanda situasi , kapan bila mel sedari , ini bukan lagi kehendak yang mahu mel gapai. Bukan seenak apa yang berada dalam lunak minda. Apa yang berkocak dalam hati. Hari berubah dari kian detik , berterusan tanpa memberi penjelasan. Begitu dengan nilai manusia yang terus menghukumi dan mengadili. Walhal hati kecil yang lain masih butuhkan sedikit penjelasan. Tabah harus mel singkap menjadikan segumpul kekuatan untuk bertemu dengan sebuah keputusan. Cabaran adalah nikmat yang mel hadapi. Ini lah kini. Tiada apa yang dapat menembusi cahaya hati. Cuma kekuatan inilah yang dapat mel guna untuk capai apa yang tiada dan menunggu apa yang mungkin ada. Mungkin dia tercipta untukku atau mungkin lumrah menyatakan dia lebih indah pada haknya.

