Melayang
Hari-hariku tidak ditempuh dengan mudah, pahit manis ditelan masuk ke akar hati. Merusuk menikam segala isi. Punah keriangan dilumati kesedihan. Yang diminta tidak tercipta malah bahana melanda. Ah! Kenapa dunia terlalu rakus menelan isi hati umat di bumi. Aku tercipta untuk berdikari namun aku terlalu lemah untuk berdiri. Mengalami alam semulajadi. Segala yang datang padaku umpama bah yang deras membawa pergi. Kegembiraan yang ku sangkakan berpanjangan rupanya hanya singgah meratap hari. Cinta yang selama ini ku bayang penuh kemanisan dan nikmat hidup , penipu! dusta.. aku sakit melalui nya! bukan ketika , namun setelah batin tersiksa! Ya benar , memang benar kata simpulan , pijak semut pun takkan mati! Namun kau tahu kesudahan nya! yang indah hanya untuk yang bisa ditakdirkan , bukan seperti hidup sekian insan! Punah lagu tanpa irama , punah kata bila kau bicara. Setiap helai amalan di anuti diteliti , bukan untuk disanjungi malah untuk dibenci!
Namun bukan ingin ku bicara cinta adalah sekadar memahat bara dalam hati , menahan perasaan marah tidak terperi.Walhal, segala pilu dan liku dalam rentetan hubunganku disaluti penuh kemanisan dan keindahan. Aku hanya tak mengerti kenapa diriku diperlakukan sebegini. Mana salah langkah ku , mana salah bibit suaraku. Aku masih mencintai kisah lama , cuma diari ku perlu diselak , diganti dengan perenggan seterusnya kerna kau tahu sayap sang arjuna , tak mati dikerja masa , malah terus melayang bersamanya.
Namun bukan ingin ku bicara cinta adalah sekadar memahat bara dalam hati , menahan perasaan marah tidak terperi.Walhal, segala pilu dan liku dalam rentetan hubunganku disaluti penuh kemanisan dan keindahan. Aku hanya tak mengerti kenapa diriku diperlakukan sebegini. Mana salah langkah ku , mana salah bibit suaraku. Aku masih mencintai kisah lama , cuma diari ku perlu diselak , diganti dengan perenggan seterusnya kerna kau tahu sayap sang arjuna , tak mati dikerja masa , malah terus melayang bersamanya.

