Thursday, May 18, 2006 

Kerna

Image and video hosting by TinyPic


Hati ini menangis bila terdengar ada insan yang menitiskan air mata untuk seorang yang lazim seperti ku ini. Hati rapuh umpama usang di makan zaman. Di reput oleh perasaan ingin mengerti nasib diri ini. Aku bagaikan terlalu lemah untuk mengheret naluri ku membelai perasaan kasih sayang selain kisah cinta sejati. Kenapa aku menanti pada yang tidak mahu kembali sedangkan sang bidadari lain sedang memerhati. Rentetan hidupku masih terlalu jauh , sebuah kisah cinta hanya sebagai permainan hawa diri ini yang ingin di kasihi.
Sungguh enak bila si mata bertemu mata , kian ia jatuh ke hati , bermain hati bersama hati , terluah perasaan cinta , lalu ikhlas mulut mengkotakan bicara , katakan saling sayang menyayang. Namun bukan mudah bagiku. Aku meminta pada yang sukar tuk percaya , susah untuk diterima. Perasaan sayang itu timbul tapi ia bukan cinta. Kerna pujangga tak bisa bicara tentang cinta kerna terlalu tinggi martabatnya. Kalau bisa tercipta seseorang mengetahui perasaan yang lain nya , tenang minda dari tersiksa. Mudah untuk menguasai segala.
Namun tak tercipta akal untuk biarkan ia terlaksana , yakni ini kuasa yang Maha Esa. Biarlah apa yang bermain dalam hati insan yang disayangi menjadi rahsia , kerna itulah nikmat cinta yang menjadi nadi dalam hidup alam semulajadi ciptaan Illahi. Tugas laskar cinta untuk mencari ertinya yang berlegar-legar dalam sanubari.

Tuesday, May 16, 2006 

Hanya Satu


Image and video hosting by TinyPic



Kau Dan Aku , Hanya Satu
Punya Tawa , Juga Pilu
Temaniku , Saatku Sayu
Kau Auraku , Tiap Waktu

Manis Senyum Mu
Tiada Pernah Jemu
Belai Manja Mu Lahir Rindu Padaku
Ku Sifatkan Dirimu Sempurna Buatku

chorus
Kau Ujurkan Manik Cintamu
Kau Persembahkan Jujur Terus Dalam Hatiku
Setiap Butir Lafaz Katamu
Akanku Abadikan Dalam Diari Cintaku

Ku Impikan Renunganmu
Sepenuh Nafasku
Belai Manjamu Lahir Rindu Padaku
Ku Sifatkan Dirimu Sempurna Buatku

chorus
chorus

Lirik/Lagu : Pujangga Cinta

 

Melayang

Image and video hosting by TinyPic
Hari-hariku tidak ditempuh dengan mudah, pahit manis ditelan masuk ke akar hati. Merusuk menikam segala isi. Punah keriangan dilumati kesedihan. Yang diminta tidak tercipta malah bahana melanda. Ah! Kenapa dunia terlalu rakus menelan isi hati umat di bumi. Aku tercipta untuk berdikari namun aku terlalu lemah untuk berdiri. Mengalami alam semulajadi. Segala yang datang padaku umpama bah yang deras membawa pergi. Kegembiraan yang ku sangkakan berpanjangan rupanya hanya singgah meratap hari. Cinta yang selama ini ku bayang penuh kemanisan dan nikmat hidup , penipu! dusta.. aku sakit melalui nya! bukan ketika , namun setelah batin tersiksa! Ya benar , memang benar kata simpulan , pijak semut pun takkan mati! Namun kau tahu kesudahan nya! yang indah hanya untuk yang bisa ditakdirkan , bukan seperti hidup sekian insan! Punah lagu tanpa irama , punah kata bila kau bicara. Setiap helai amalan di anuti diteliti , bukan untuk disanjungi malah untuk dibenci!
Namun bukan ingin ku bicara cinta adalah sekadar memahat bara dalam hati , menahan perasaan marah tidak terperi.Walhal, segala pilu dan liku dalam rentetan hubunganku disaluti penuh kemanisan dan keindahan. Aku hanya tak mengerti kenapa diriku diperlakukan sebegini. Mana salah langkah ku , mana salah bibit suaraku. Aku masih mencintai kisah lama , cuma diari ku perlu diselak , diganti dengan perenggan seterusnya kerna kau tahu sayap sang arjuna , tak mati dikerja masa , malah terus melayang bersamanya.

Thursday, May 11, 2006 

Kamar

Image and video hosting by TinyPic

Sang mentari hanya menyinari sebahagian sang bumi , kerna sang bulan jua punyai tanggungjawab untuk dilaksana. Demikian terhening dalam kehidupan manusia yang mempunyai pasang surutnya. Dibebani tugas yang penuh ranjau nya. Tiada yang terang sepanjang hari kerna lewat malam kan menyusul lagi. Tiada yang indah sepanjang nafasmu kerna sang hitam bisa menyekatnya. Aku menulis coretan ini ketika aku berada dalam bangunan yang memberi banyak persepsi dalam fikiran manusia. Lazimnya tempat ini mahu dijauhi oleh sebilangan besar umat , kerna kamar hospital bukan sebuah teratak yang sentiasa membawa kenangan manis kepada pengunjungnya. Bukan diminta untuk bertapa di sini , meniti jarum menusuk ikatan kulit menembusi isi , melihat perut dibelah intinya, menyusur merah darah mengalir keluar dari tubuh. Fizikal abnormal bukan permintaan manusia biasa , namun ini ketentuan yang Maha Esa.
Nyawa bagai kan di hujung tanduk , bagai menanti masa yang semakin sampai di penghujung nya , tiada kata tuk disimpul bicara , tiada lafaz yang bisa tercipta cuma air mata menghiasi suasana. Bergantung pada yang pakar untuk menyelamatkan ketika , setiap detik bagai penuh bermakna. Malang bukan dipinta dalam kejadian yang tidak diduga. Ah , nasib sudah ditulis tentangnya. Akal akhir perlu diguna untuk menilai asal usul nya. Mencari mana silapnya. Bukan menuding jari pada sesiapa. Biarlah sut rasmi hospital bukan pakaian tradisi kita. Mengekang sebelum diterpa , menilai sebelum merasa. Sesungguhnya manusia yang mengupas isi cerita mereka , dan tuhan yang meluluskan segala yang dipinta.

About me

  • I'm amel
  • From Putrajaya, Malaysia
  • Ini hanyalah nukilan yang bermain di hati yang dicoretkan menjadi butir butir perkataan. Biar ia dihayati untuk pedoman di nian hari. Terdapat lebih dari 30 artikel untuk tatapan, hanya klik pada setiap bulan untuk setiap artikel
My profile
Powered by Blogger
and Blogger Templates