Masa
Sore nan lalu menyusuri senja tatkala sang mentari melabuhkan tirainya. Detik demi detik jarum waktu meniti setiap saat mengharungi alam fana ini. Ragam manusia menjadi intipati setiap perjalanan waktu. Masa umpama emas yakni akan hilang dari pandangan mata jika kau tidak menghargainya. Ia datang seketika namun ia lewat sekelip mata. Kita lah mengejarnya. Kita manfaatkannya. Walau ia dusta atau benar , ia tetap akan berlalu. Tiada manusia yang bisa menoleh waktu , berpaling pada yang dulu. Hanya kenangan nian hinggap di sanubari. Sebagai satu potret sejambak bunga yang mekar mewangi.
Akal dan fikiran menjadi aset menentukan arah tujumu dalam arus pengaliran waktu. Memilih pada yang benar , menolak pada yang ingkar. Disusun , dinilai bagi menghambat waktu. Masa adalah norma kehidupan manusia. Tiada yang dapat memintasinya. Kau akan terus kehilangan jika tidak menguasainya. Menunggu bulan tuk jatuh keriba. Menanti pada yang tiada. Bukan nilai perlu diserap dalam naluri manusia. Walhal , ajal ketentuan tuhan tidak mengenal masa. Kau teruskanlah amalan , kelak nanti kau akan bahagia. Kecapilah kejayaan ketika ada , polopari segala kejadian muka bumi yang tercipta. Kerna percayalah setiap langkah mu adalah larian mengejar masa.

