Kerdil
Bunga-bunga bertaburan menghiasi bumi yang menghijau , burung berkicauan menembusi keheningan kota , lantas manusia pesat mengejar mimpi. disebalik itu hadir seorang pemuda yang masih mencari-cari erti kehidupan. Kehidupan di kota yang penuh pancaroba , penuh dengan perlakuan , penuh dengan penipuan , tindak tanduk diperhati dihalusi demi mengejar mimpi. Kau akan mudah dihanyut arus permainan kota jika dirikau tidak dijaga. Alhamdulilah , kala ini aku masih menyedari , masih mempunyai jati. Walau badai yang melanda , aku hadapi nya biar diriku parah dalam pasrah. Cukup lah lautan sudah bergelora dalam hidup ku, ombak yang tepat kearahku, aku enggan yang lain menerima tempias nya. Aku rela melihat yang lain suka tatkala hati ku duka.
Kerinduan pada kehidupan lampau tetap terlahir , namun aku yakin yakni yang menantiku kelak akan lebih berkelipan dari apa yang ku saksi. Aku perlu sabar dan tabah demi mengejar realiti. Waktu ini aku semakin tenang dalam hidup , semakin bijak mengatur setiap langkahku. Namun bukan ketentuan ku tepat samada awal dan akhir, aku perlu mengaturnya.. kerna aku berpijak pada bumi Allah , semua adalah takdir Nya. Aku hanya mampu berdoa , supaya pilihanku di terimaNya. Kerna aku hanyalah manusia kerdil yang tak bisa memahami.
Kerinduan pada kehidupan lampau tetap terlahir , namun aku yakin yakni yang menantiku kelak akan lebih berkelipan dari apa yang ku saksi. Aku perlu sabar dan tabah demi mengejar realiti. Waktu ini aku semakin tenang dalam hidup , semakin bijak mengatur setiap langkahku. Namun bukan ketentuan ku tepat samada awal dan akhir, aku perlu mengaturnya.. kerna aku berpijak pada bumi Allah , semua adalah takdir Nya. Aku hanya mampu berdoa , supaya pilihanku di terimaNya. Kerna aku hanyalah manusia kerdil yang tak bisa memahami.
